Erick Thohir memilih bungkam saat ditanya soal pemecatan Patrick Kluivert dari kursi pelatih Timnas Indonesia, dengan alasan “tempatnya tidak pas”.
Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menolak menjawab pertanyaan wartawan soal pemecatan Patrick Kluivert dari kursi pelatih Timnas Indonesia. Momen itu terjadi seusai konferensi pers di kantor Kemenpora, Kamis malam (16/10).
“Oh, enggak. Saya enggak mau jawab. Ini Kemenpora,” kata Erick singkat saat awak media menyinggung soal nasib Kluivert. “Untuk yang bola, jangan hari ini. Ya, karena ini kan tempatnya enggak pas. Kasih waktu saya dua hari,” tambahnya.
Sebelum konferensi pers itu digelar, PSSI resmi mengumumkan pemutusan kerja sama dengan Kluivert lewat laman resminya. Keputusan itu diambil setelah Timnas Indonesia gagal menembus Piala Dunia 2026.
Skuad Garuda tersingkir di putaran keempat kualifikasi zona Asia setelah menelan dua kekalahan beruntun: 2–3 dari Arab Saudi (9 Oktober) dan 0–1 dari Irak (12 Oktober) di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.
Lewat akun Instagram pribadinya, @erickthohir, Erick akhirnya memberi komentar singkat beberapa jam setelah pengumuman resmi keluar. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa Timnas Indonesia dan menyusun target baru untuk masa depan.
“Kami akan melakukan evaluasi dan menentukan target bagi Timnas Indonesia, termasuk target naik ke peringkat 100 besar dunia, Piala Asia 2027, dan Piala Dunia 2030,” tulisnya.





