Dulu Hits, 5 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Ini Sekarang Mati Suri

Ada lima pusat perbelanjaan atau mal yang pernah menjadi tempat favorit bagi masyarakat Jakarta untuk berbelanja, bersantai, dan berkumpul bersama keluarga. Namun, persaingan bisnis yang semakin ketat membuat kelima mal itu mati suri. Mana saja?

1. Mal Blok M

Mal Blok M adalah salah satu pusat perbelanjaan legendaris di Jakarta yang dibuka pada 3 Oktober 1992 dan diresmikan langsung oleh Gubernur DKI saat itu, Wiyogo Atmodarminto. Mal itu pernah mengalami masa kejayaan sebagai pusat perbelanjaan “gaul” dan bergengsi.

Mal Blok M mulai terlihat sepi sejak tahun 2017 dengan keluarnya tenan besar seperti Ramayana dan Robinson. Eksistensinya masih bertahan karena lahan bawah tanahnya difungsikan untuk bursa mobil bekas, onderdil, aksesoris, dan spare parts otomotif.

Bacaan Lainnya

Namun, pandemi Covid-19 secara telak membuat minat pengunjung tambah surut. Alhasil, tak sedikit tenan atau penyewa yang angkat kaki. Predikat sebagai mal bawah tanah pertama di Indonesia pun tak sanggup mengembalikan kejayaan.

2. Pasaraya Manggarai

Pusat perbelanjaan yang pernah berjaya di zamannya ini semakin lesu dan sepi pengunjung. Setelah ditinggal Matahari Department Store, Pasaraya Manggarai mencoba tetap eksis dengan brand yang tersisa.

Tak tanggung-tanggung, diskon hingga 50 persen pun terpampang nyata di setiap sudut. Pengunjung di gedung 3 lantai ini pun masih bisa dihitung dengan jari.

Sepinya mal juga lantaran tutupnya para tenant, baik dari gerai makanan dan minuman, atau industri lainnya. Sehingga ritel ini mencoba tetap hidup dengan kekuatan yang ada.

3. Pulo Gadung Trade Center (PTC)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *