JAKARTA | SAMUDRA FAKTA—Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto resmi mengumumkan putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, sebagai bakal calon wakil presidennya, Ahad malam, 22 Oktober 2023. Pengumuman disampaikan usai semua ketua umum (ketum) partai politik di Koalisi Indonesia Maju (KIM) menggelar rapat di kediaman Prabowo, Jl. Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Namun, pengumuman tersebut tak dihadiri oleh Gibran.
“Baru saja Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang terdiri dari delapan partai politik, yang dihadiri lengkap oleh ketum masing-masing dan sekjen masing-masing, kita telah berembuk secara final, secara konsensus, seluruhnya sepakat mengusung Prabowo Subianto sebagai capres Koalisi Indonesia Maju untuk 2024-2029 dan saudara Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden,” ujar Prabowo, dalam jumpa pers di kediamannya, Ahad (22/10).
Nunsa pengumuman Gibran sebagai cawapresnya Prabowo ini berbeda dengan pengumuman dua kandidat lainnya, Muhaimin Iskandar dan Mahfud MD. Gibran, yang diumumkan sebagai cawapres, tidak tampak hadir di Jl. Kertanegara. Berbeda ketika Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) mengumumkam Muhaimin sebagai cawapres, mendampingi capres Anies Baswedan di Hotel Majapahit, Surabaya, pada Sabtu, 2 September 2023. Muhaimin yang diumumkan datang dan menyampaikan pidato politiknya.
Demikian juga ketika PDI Perjuangan mendeklarasikan Mahfud MD sebagai cawapres, berpasangan dengan capres Ganjar Pranowo pada Rabu, 18 Oktober 2023, di Kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat, Mahfud juga hadir. Menkopolhukam itu juga menyampaikan pidato politiknya. Namun, ketika Gibran diumumkan sebagai cawapres oleh Prabowo, yang bersangkutan tidak tampak. Padahal, Ahad siang dia diketahui sedang berada di Jakarta.

Prabowo tak menjawab setiap pertanyaan tentang ketakhadiran Gibran. Setelah mengumumkan Gibran sebagai cawapres, Prabowo langsung kembali masuk ke rumahnya.
Sikap serupa ditunjukkan Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco. “Saya pikir saya tidak akan berpolemik di situ (ketidakhadiran Gibran). Tetapi, seperti yang kita tahu, telah diputuskan begitu (penetapan Gibran sebagai cawapres) oleh para ketua umum dan sekjen dalam forum rapat partai di Koalisi Indonesia Maju,” ujar Dasco.
Sikap serupa ditunjukkan Waketum PAN Yandri Susanto dan Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah. Yandri hanya menyampaikan, keputusan itu merupakan mufakat yang dicapai ketum-ketum di KIM. “Yang pasti, malam ini para ketua umum dan sekjen mufakat mengusung Gibran,” kata Yandri. Sedangkan Fahri Hamzah hanya membuka sedikit jendela mobil tanpa menjawab pertanyaan awak media. Sedangkan Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra, Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketum Partai Demokrat AHY, langsung meninggalkan lokasi setelah pertemuan.





