JOMBANG | SAMUDRA FAKTA—Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Jombang di depan Pendopo Kabupaten Jombang menggelar aksi untuk menagih janji politik Bupati Mundjidah Wahab dan Wakil Bupati Jombang Sumrambah, Senin, 20 Maret 2023 pagi. Mahasiswa menilai Bupati dan Wabup gagal memenuhi janji politik mereka sejak memimpin pada tahun 2018. Namun, aksi itu berujung ricuh sebab Bupati tidak mau menemui.
Ratusan mahasiswa yang menggelar aksi tersebut merupakan gabungan dari organisasi GMNI, PMII dan HMI. Mereka mulai berkumpul depan Pendopo Kabupaten sekitar pukul 10.00. Mereka melakukan orasi di depan petugas. Namun, hingga beberapa menit berorasi, massa yang merasa tak dihargai karena tak ditemui bupati mulai saling dorong. Kericuhan tak terhindarkan.
Aksi saling dorong dan adu mulut antara pendemo dan petugas keamanan berlangsung hingga siang. Polisi berkukuh tak membuka gerbang pendopo, sedangkan mahasiswa nekat ingin menerobos. Aksi lempar botol minuman dan sepatu juga mewarnai kericuhan demo pagi itu. Bahkan gerbang pendopo terlibat ringsek dan hampir roboh akibat didorong barisan masa. Dua mahasiswa sempat diamankan dalam kejadian ini.
Massa aksi terpaksa dibubarkan aparat kepolisian. Beberapa mahasiswa sempat terjatuh akibat aksi saling kejar dan saling dorong dengan aparat. Bahkan, Asisten 1 Pemintahan dan Kesra Purwanto yang hendak menemui peserta aksi ikut jadi sasaran. Pasalnya, massa menolak ditemui siapa pun selain Bupati Munjidah. Beruntung Purwanto langsung diamankan dari tengah-tengah aksi.
“Aksi ini kita lakukan karena ingin membuka transparansi anggaran di Pemkab Jombang,” ujar Kelvin Arisudin Korlap aksi. Para mahasiswa tersebut membentangkan spanduk dengan berbagai macam tulisan, seperti ‘Jombang Medot Janji’—yang berarti “Ingkar Janji”.





