BMKG Prediksi Iklim 2026 Stabil, Waspada Banjir hingga Karhutla

Ilustrasi.
BMKG memprediksi iklim Indonesia 2026 relatif normal, dipengaruhi La Niña lemah di awal tahun.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi iklim Indonesia sepanjang 2026 berada dalam kategori normal dan relatif stabil. Pada awal tahun, dinamika iklim masih dipengaruhi fenomena La Niña lemah sebelum berangsur menuju kondisi netral hingga akhir tahun.

Dalam rilis resmi yang dikutip Minggu (11/1/2026), BMKG mencatat sekitar 94,7 persen wilayah Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan normal dengan kisaran 1.500–4.000 milimeter per tahun. Sementara 5,1 persen wilayah lainnya berpotensi menerima curah hujan di atas normal.

Wilayah dengan potensi hujan di atas normal tersebar di sejumlah kawasan Sumatra, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Kondisi ini dinilai perlu diantisipasi sejak awal, terutama pada daerah rawan banjir dan longsor.

Suhu Udara Cenderung Lebih Hangat

BMKG juga memproyeksikan suhu udara rata-rata tahunan pada 2026 berada di kisaran 25–29 derajat Celsius. Sebagian wilayah diperkirakan mengalami peningkatan suhu sekitar 0,2–0,6 derajat Celsius dibandingkan rerata klimatologis periode 1991–2020.

Bacaan Lainnya

Suhu relatif lebih rendah berpotensi terjadi di wilayah dataran tinggi seperti Bukit Barisan, Pegunungan Latimojong, dan Pegunungan Jaya. Sebaliknya, suhu lebih tinggi diperkirakan melanda bagian selatan Sumatra, Kalimantan Timur dan Tengah, pesisir utara Jawa, serta sebagian Papua Selatan.

Risiko Bencana Berubah Sepanjang Tahun

Dari sisi kebencanaan, BMKG mengingatkan potensi banjir dan longsor masih tinggi pada periode Januari hingga Maret 2026, seiring pengaruh La Niña lemah. Memasuki pertengahan tahun, perhatian perlu dialihkan pada risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat meningkatnya kondisi kering di sejumlah wilayah.

Perubahan pola risiko ini menuntut kesiapsiagaan yang berbeda antarperiode, terutama bagi pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah rawan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Komentar