BMKG dan BRIN: Mengaku Bekerja Sama, Tetapi Prediksinya Kok Beda?

Ilustrasi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi di Jakarta saat perayaan Imlek 2025 yang jatuh pada Rabu, 29 Januari 2025. Foto:Dok

JAKARTA | SAMUDRA FAKTA—Warga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sempat dibuat panik dengan prediksi peneliti di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin. Erma menyebut pada 28 Desember 2022 bakal terjadi hujan ekstrem dan badai dahsyat di wilayah ini. Akan tetapi, prediksi Badan Metorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan lain. Mana yang benar? Kok bisa beda-beda?

Erma Yulihastin mengumumkan prediksinnya melalui akun Twitter-nya, @EYulihastin, pada Senin (26/12/2022). Dia menyebut prediksinya mengenai hujan ekstrem dan badai dahsyat itu berdasarkan analisis data dari Satellite Early Warning System atau Sadewa. “Siapa pun Anda yang tinggal di Jabodetabek, dan khususnya Tangerang atau Banten, mohon bersiap dengan hujan ekstrem dan badai dahsyat pada 28 Desember 2022,” tulis Erma.

Erma melampirkan pantauan laman Sadewa yang menampilkan arah datangnya hujan dan badai dahsyat yang dia maksud. Menurut peneliti klimatologi ini, badai dahsyat akan bermula dari laut dan berpindah ke darat melalui dua jalur. Pertama, dari barat melalui angin baratan yang membawa hujan badai dari laut atau westerly burst. Kedua, dari utara melalui angin permukaan yang kuat atau northerly.

“Sehingga ada dua suplai hujan atau dua suplai badai yang besok akan terakumulasi di kawasan Jabodetabek tersebut,” ujar Erma, sebagaimana dikutip Kompas.com, Selasa (27/12/2022). “Maka Banten, dan Jakarta-Bekasi akan menjadi lokasi sentral tempat serangan badai tersebut. Dimulai sejak siang hingga malam hari pada 28 Desember 2022,” lanjut Erma.

Bacaan Lainnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *