Bawaslu: 13 Pengawas Pemilu Meninggal Dunia saat Coblosan 14-19 Februari 2024

JAKARTA — Bawaslu menyatakan terdapat 1.322 jajaran pengawas Pemilu 2024  harus mendapat perawatan kesehatan per tanggal 19 Februari 2024. Sebanyak 13 orang di antaranya meninggal dunia dalam rentang waktu puncak pengawasan Pemilu 2024 antara tanggal 14-19 Februari 2024

Jumlah ini turun sekitar 50 persen dibandingkan pada Pemilu 2019 sebanyak 2.558 orang yang mendapatkan perawatan kesehatan. Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda mengatakan, Bawaslu telah menyiapkan aturan teknis santunan kepada yang mengalami gangguan kesehatan hingga meninggal dunia. Dari jumlah 1.322 tersebut,  27 orang meninggal dunia, 71 orang kecelakaan, 147 rawat inap dan 1.077 orang rawat jalan.

Untuk data meninggal dunia, Herwyn menyatakan 13 pengawas meninggal dunia pada rentang waktu 14-19 Februari 2024. Rentang waktu tersebut merupakan hari H pencoblosan dan perhitungan perolehan suara.

“13 orang (meninggal) dari 14-19 Februari 2024, nah 14 orang lainnya meninggal di 2023 sebanyak tujuh orang dan tujuh orang pada rentang waktu 1 Januari-13 Februari 2024, untuk itu Bawaslu mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya kawan-kawan Pengawas Pemilu Pahlawan Demokrasi dan memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas dedikasi dan pengabdian dalam mengawasi Pemilu untuk mengawal demokrasi Indonesia,” jelas Herwyn dikutip dari laman Bawaslu (20/2/2024).

Sebagai bahan informasi, Pemilu 2019 terdapat 2.558 orang yang mendapatkan penanganan kesehatan dengan perincian, 92 orang meninggal dunia, 24 orang luka berat dan keguguran, 21 orang kekerasan d/an penganiayaan, 275 orang kecelakaan, 438 orang rawat inap dan 1708 orang rawat jalan.

Bacaan Lainnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *