JAKARTA—Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 selesai dalam satu putaran. Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pun telah menetapkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai pemenang dengan perolehan dukungan 58 persen suara pada Rabu (20/3/2024) pekan lalu. Kemenangan ini menandai babak baru dunia politik Indonesia, menimbulkan antusiasme, sekaligus memunculkan perdebatan di seluruh lapisan masyarakat.
Dikutip dari Goodstats, Rabu (27/3/2024), pasangan Prabowo-Gibran berhasil menaklukkan mayoritas pemilih karena janji-janji kampanye mereka yang ambisius terencana dengan baik, sehingga mampu menarik atensi masyarakat.
Sementara itu, menurut hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny J.A, salah satu faktor penentu kemenangan pasangan ini adalah, mereka menawarkan program kerja yang beragam. Program-program tersebut juga dinilai bersentuhan langsung dengan masyarakat—mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, ekonomi, hingga lingkungan.
Selama masa kampanye, pasangan yang mendapat nomor urut 02 dalam kontestasi Pilpres ini menjanjikan berbagai macam inisiatif program, yang mereka klaim bakal membawa perbaikan signifikan bagi masa depan Indonesia.
Setelah keduanya dinyatakan terpilih oleh KPU—terlepas dari proses hukum yang sedang berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK) pasca-penetapan pemenang Pilpres—penting bagi masyarakat untuk memahami dengan jelas apa saja program kerja yang bakal mereka terapkan, sebagaimana janji mereka di masa kampanye.
Sebagai informasi, jika ternyata MK menolak gugatan para pemohon, maka Prabowo-Gibran bakal dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI pada Oktober 2024 nanti.
Dan ternyata, menurut hasil survei LSI Denny J.A. pada 1 – 15 Maret 2024, yang melibatkan 1.200 responden dari berbagai wilayah di Indonesia, ada empat program Prabowo-Gibran yang bakal menjadi perhatian masyarakat. Publik setuju dengan keempat program itu, menyambut dengan semangat positif, dan berharap benar-benar diterapkan setelah pasangan ini bekerja nanti.
Berikut keempat program tersebut:
1. Digitalisasi Pemerintahan
Digitalisasi pemerintahan menjadi program Prabowo-Gibran yang paling banyak disetujui oleh masyarakat. Sebanyak 92,4 persen responden menyetujui program ini. Digitalisasi pemerintahan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Dengan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi dalam program digitalisasi pemerintahan, proses administrasi publik diharapkan bisa lebih cepat, mudah diakses, dan terukur. Dengan demikian, birokrasi yang berbelit-belit bakal terpangkas dan praktik korupsi bisa diminimalisir.
Masyarakat barangkali setuju dengan program ini karena mereka percaya bahwa digitalisasi pemerintahan akan membawa kemajuan dan kemudahan dalam berinteraksi dengan pemerintah, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
2. Hilirisasi
Program hilirisasi juga mendapat dukungan kuat dari masyarakat. Sebanyak 87,9 persen responden setuju program ini. Hilirisasi mengacu pada upaya untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam melalui pengembangan industri pengolahan atau manufaktur.
Dengan hilirisasi, masyarakat berharap ketergantungan pada ekspor bahan mentah bakal berkurang, sehingga mendorong pengembangan industri-industri berbasis nilai tambah. Hilirisasi juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mengurangi ketimpangan ekonomi.
Bisa jadi masyarakat mendukung program ini karena melihat potensi untuk meningkatkan perekonomian nasional dan kesejahteraan secara keseluruhan.





