Satu dari lima orang Indones
ia berisiko terserang stroke. Kabar baiknya, risiko itu bisa ditekan lewat pilihan makanan sehari-hari yang tepat.
Stroke masih menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia. Data Center for Disease Control and Prevention (CDC) mencatat, penyakit ini berkontribusi terhadap 21 persen kematian setiap tahun. Artinya, satu dari lima orang Indonesia berpotensi terkena stroke dan meninggal karenanya.
Meski begitu, stroke bukan tak bisa dicegah. Salah satu cara paling mudah untuk menurunkan risikonya adalah dengan menjaga pola makan. Berikut sembilan jenis makanan yang terbukti membantu mencegah stroke.
1. Ikan Berlemak
Salmon, tuna, kembung, dan sarden termasuk makanan wajib untuk jantung sehat. Ikan-ikan ini kaya asam lemak omega-3 yang mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) sekaligus meningkatkan kolesterol baik (HDL).
Konsumsi dua porsi ikan per minggu sudah cukup memberi perlindungan alami terhadap risiko stroke — asal diolah tanpa digoreng, cukup dikukus atau direbus.
2. Gandum Utuh dan Sayuran
Serat dalam gandum utuh, beras merah, sayur, dan buah bisa melarutkan kolesterol, menjaga berat badan ideal, serta menstabilkan kadar gula darah. Semua ini berperan penting dalam menekan risiko tekanan darah tinggi dan penyumbatan pembuluh darah — dua faktor utama penyebab stroke.
3. Alpukat
Alpukat mengandung omega-3 dan vitamin E tinggi yang membantu menjaga elastisitas pembuluh darah.
Riset American Heart Association Journals menunjukkan, makanan kaya vitamin E bisa menurunkan risiko gangguan pembuluh darah hingga 40 persen. Selain alpukat, vitamin E juga banyak ditemukan dalam minyak zaitun, kacang-kacangan, dan sayuran hijau.
4. Jambu Biji
Vitamin C dalam jambu biji bekerja sebagai antioksidan kuat untuk melindungi dinding pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas. Dengan pembuluh darah yang sehat, risiko stroke bisa ditekan jauh lebih rendah.





