883 Orang Meninggal di Banjir Sumatera, Evakuasi Dipercepat

Suasana penampungan pengungsi korban banjir di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Rabu (3/12/2025). - Dok. BPMI Setpres
Korban terus bertambah, sementara pemerintah mengerahkan seluruh kekuatan nasional.

Jumlah korban banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kembali meningkat. Hingga Sabtu (6/12/2025), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 883 orang meninggal, sekitar 520 orang masih hilang, dan lebih dari 4.200 orang luka-luka. Angka ini naik dari laporan Kamis (4/12/2025), ketika korban meninggal tercatat 836 orang dan 518 hilang.

Korban tersebar di tiga provinsi. Di Aceh, sedikitnya 325 orang meninggal. Di Sumatera Utara tercatat 311 korban, sementara di Sumatera Barat jumlahnya mencapai 200 orang. Jutaan warga terdampak secara langsung maupun tidak langsung akibat kerusakan rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur vital.

Puluhan ribu rumah rusak. Banyak jembatan terputus. Sejumlah fasilitas kesehatan dan sekolah berhenti beroperasi karena terendam atau tertimbun material. Beberapa wilayah hulu DAS masih terisolasi hingga akhir pekan.

Pemerintah Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional

Pemerintah pusat menegaskan seluruh sumber daya nasional dikerahkan untuk operasi darurat. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan percepatan evakuasi dan persiapan rekonstruksi.

Bacaan Lainnya

“Sejak bencana di Aceh, Sumut maupun Sumbar, seluruh sumber daya nasional bekerja keras untuk melakukan penanganan,” ujar Prasetyo dalam doorstop di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (3/12).

Instruksi itu mencakup penyaluran Dana Siap Pakai (DSP), pengerahan kementerian dan lembaga, serta percepatan perbaikan jalan, jembatan, listrik, dan fasilitas publik. TNI–Polri juga meningkatkan operasi dengan membuka akses jalur tertutup longsor dan menyalurkan logistik ke wilayah terpencil.

Reuters pada Jumat (5/12) melaporkan prajurit harus menembus jalur penuh batang kayu dan lumpur untuk mencapai desa-desa terdampak. Kondisinya berat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Komentar