SURABAYA | SAMUDRA FAKTA – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo membagi wilayah pertanian di Indonesia ke dalam 3 zona, mengacu pada tingkat dampak yang ditimbulkan fenomena El Nino. Menurutnya, ada 3 wilayah di Indonesia yang masuk dalam kategori zona merah.
“Pembagian zona terutama dalam menghadapi cuaca ekstrem El Nino atau musim kering panjang yang diperkirakan berlangsung hingga September mendatang,” kata Syahrul dalam keterangan resmi, dikutip Rabu 30 Agustus 2023.
“Zona pertama adalah zona merah yang berstatus defisit; zona kedua adalah zona kuning yang memiliki sumber air cukup; dan terakhir zona hijau, yang memiliki air melimpah atau dalam kata lain zona yang harus di-booster (diperkuat),” jelasnya.
Sebelumnya, Syahrul mengatakan, fenomena El Nino bisa menyebabkan produksi beras Indonesia terkena dampak. Kata dia, imbasnya diprediksi bisa mencapai 300 ribu sampai 1,2 juta ton.
Untuk itu, ujarnya, Kementerian Pertanian (Kementan) tengah mengerjakan realisasi penanaman padi di 6 provinsi dengan luas lahan mencapai 500 ribu hektare. Di antaranya di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Juga ada di daerah pendukung lainnya seperti provinsi Lampung.
“Saya sudah membagi wilayah dengan zona. Dari 38 provinsi, katakanlah yang merah Papua, Bali, dan Banten. Tapi, yang lain kan banyak yang kuning, dan sebagian lainnya banyak yang hijau. Itulah yang kita booster,” kata Syahrul.
Seperti diketahui, Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya sudah memperingatkan fenomena El Nino akan menyebabkan musim kemarau tahun ini lebih ekstrem dibandingkan musim kemarau tahun 2020, 2021, dan 2022.





