Sebanyak 18 jembatan bailey di Aceh rampung, akses warga dan layanan publik berangsur normal.
Sebanyak 18 jembatan bailey di Aceh telah selesai 100 persen dan kini dapat dilalui masyarakat. Enam jembatan lainnya masih dalam proses pembangunan dengan progres di atas 50 persen, sementara 30 titik lain berada pada tahap persiapan.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, total 54 titik jembatan bailey yang dibangun untuk memulihkan konektivitas wilayah terdampak bencana di Aceh ditargetkan segera rampung.
Salah satu jembatan yang telah berfungsi adalah Jembatan Gosong Telaga Barat di Aceh Singkil. Jembatan berwarna merah putih itu memiliki dua jalur dan dapat dilalui dua kendaraan roda empat secara bersamaan.
Pembangunan Masih Dikebut di Bener Meriah dan Bireuen
Di Kabupaten Bener Meriah, pembangunan Jembatan Bener Pepanyi di Kecamatan Permata terus dikebut. Berdasarkan pantauan lapangan Jumat (23/1), struktur inti berupa rangka baja telah terpasang, disertai pembersihan area jalan menggunakan alat berat.
Progres pembangunan jembatan ini telah mencapai 77 persen. Sebanyak 25 personel TNI Angkatan Darat diterjunkan, terdiri atas 15 personel Yonzipur 9 dan 10 personel Denzipur 3.
Jembatan Bener Pepanyi dirancang membentang sepanjang 50 meter dengan kedalaman mencapai 17 meter. Proyek ini disertai rekondisi jalan, pembangunan abutment, dan bronjong untuk memperkuat tepi jembatan.
Sementara itu, pembangunan Jembatan Wisata Laut Jangka Desa di Bireuen juga menunjukkan kemajuan signifikan. Jembatan sepanjang 36 meter yang dibangun di atas lokasi jembatan lama terdampak bencana ini telah mencapai progres 65 persen dan dikerjakan oleh 17 personel Zeni Kodam Iskandar Muda.

Pembersihan Fasilitas Publik Diprioritaskan
Selain pembangunan jembatan, pemulihan pascabanjir di Aceh juga difokuskan pada pembersihan fasilitas publik. Prajurit TNI bersama warga membersihkan lumpur, sampah, dan material kayu yang terbawa banjir dari jalan raya, selokan, sekolah, masjid, hingga permukiman.
Di Aceh Tamiang, pembersihan dilakukan di TK Desa Pengidam, SDN Sungai Liput, TPQ Nurul Qolby Desa Tanjung, serta parit Dusun Jaya Baru. Di Bireuen, TNI membantu membersihkan SDN 3 Pante Gajah, SMKN 1 Peusangan, dan rumah warga di Dusun Teuping Ara.
Kegiatan serupa berlangsung di Pidie Jaya, Gayo Lues, Aceh Barat, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, dan Bener Meriah, menyasar sekolah, pesantren, kantor desa, serta fasilitas umum lainnya.
Pemerintah Tekankan Pemulihan Cepat dan Aman
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemulihan fasilitas umum menjadi prioritas utama pemerintah dalam penanganan pascabencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.
“Saya minta perhatian bahwa kalau bisa sekolah-sekolah, juga puskesmas, rumah sakit supaya bisa berfungsi secepatnya kembali,” kata Prabowo dalam rapat koordinasi di Aceh Tamiang, awal tahun ini.
Pemerintah menyatakan berkomitmen memastikan seluruh proses pemulihan berjalan cepat, terkoordinasi, dan memenuhi standar keselamatan agar masyarakat terdampak bencana dapat kembali beraktivitas secara normal secepat mungkin.***





